Sejarah

Pendirian awal YASMIB (Swadaya Mitra Bangsa) Sulawesi sejak tahun 1999 yang dilator belakangi oleh realitas bangsa Indonesia yang mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan. Berawal dari krisis ekonomi yang berkepanjangan hingga berujung pada krisis multidimensional yang sampai sekarang belum diketahui ujung pangkal kapan akan selesai.

Seiring dengan waktu pasca reformasi, realitas akan kondisi eksistensi reformasi itu sendiri masih terasa dan terlihat jalan ditempat atau mengalami terasa dan terlihat jalan ditempat atau mengalami kemandulan. Bahkan negara (State) dimata rakyatnya masih menganggap setengah hati untuk menunjukkan niat hakiki tujuan reformasi untuk melakukan perubahan yang mendasar terhadap eksistensi system pemerintahan dan birokrasi yang sewenang wenang, diskriminarif, dan otoriter.

Dengan lemahnya posisi dan ketidakberdayaan masyarakat dari semua aspek, maka sudah barang tentu peran dan control masyarakat terhadap penguasa dan sederetan kebijakan akan berdampak pada pemiskinan dan pembodohan stuktural bagi masyarakat yang semakin parah. Begitu pula upaya untuk melakukan reformasi birokrasi pemerintahan juga semakin kabur, yang ada pada akhirnya akan berujung terhadap pelayanan akan kebutuhan dan kepentingan masyarakat terabaikan.

Berdasarkan realitas dan fakta diatas, YASMIB Sulawesi Sebagai Organisasi Non Pemerintahan (NGO) Yang merupakan refresentatif rakyat yang independen, tentunya akan menggunakan hak politiknya untuk mendorong lahirnya transformasi social, dan menuntut kita sebagai bagian dari warga negara (Rakyat) untuk merefleksikan, mengapresiasikan serta memaksa kita untuk mengambil peran dan berpartisipasi aktif untuk mendorong dan melakukan upaya upaya riil dalam menghadapi serta berupaya untuk melahirkan solusi solusi nyata untuk penyelesaian persoalan tersebut.