OPD Masih Salah Mengartikan Gender

Written by Unu Yunus. Posted in BANTAENG, BERITA

Tagged: ,

Published on September 11, 2017 with No Comments

YASMIB.org, BANTAENG – Swadaya Mitra Bangsa menggelar pelatihan perencanaan dan penganggaran yang responsif gender (PPRG) dan inklusif bagi perencana organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bantaeng di Ruang Pola Bappeda Bantaeng,  7 – 9 September 2017.

Acara ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang PPRG dan meningkatkan keterampilan peserta dalam menyusun dokumen PPRG.

Perwakilan peserta yang hadir di acara ini berasal dari OPD Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Bagian Keuangan, Bappeda, Kantor Kecamatan Pajukukkang, Inspektorat, Pekerjaan Umum dan Bina Marga, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Aisyiyah, Jaringan Disabilitas, Kompak Bantaeng, dan Yayasan Adil Sejahtera (YAS).

Kegiatan hari pertama dibuka oleh Kepala Bidang Eksosbud Bappeda Sudyawany. Sekaligus sebagai fasilitator. Sebagai pemateri, Direktur Program Social Accountability and Public Participation (SAPP) YASMIB Sulawesi Rosniaty Azis.

Sebelum menyampaikan materi PPRG, Rosniaty memberikan soal kepada semua peserta terkait isu gender. Setelah didentifikasi, ternyata banyak peserta yang salah paham tentang gender. “Pemahaman mereka, gender hanya berbicara soal perempuan,” kata Rosniaty.

Menurur Rosniaty, gender adalah pembagian peran sosial perempuan dan laki-laki karena pengaruh budaya atau lingkungan sosial masyarakat. Hanya memang beberapa  peserta masih memahami bahwa gender itu adalah perempuan.

“Ini dipengaruhi karena pemahaman tentang gender dan pengarusutamaan gender  (PUG) yang belum sampai ke semua aparatur sipil negara. Padahal Inpres tentang PUG sadah ada sejak tahun 2000,” kata Rosniaty.

Materi hari kedua dibawakan oleh Febriani Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Selatan. Seperti hari pertama, Febriani juga mendorong agar perencanaan anggaran tahun 2018 semua OPD memperhatikan gender dan inklusif.

“Karena menurut catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan Sulsel, Bantaeng sadah cukup bagus perhatiannya pada pelayanan anak. Namun disayangkan untukt PUG masah jauh dari harapan,” kata Febriani.

Hari terakhir kegiatan dihadiri juga Sitti Rohani dan Haekal dari KOMPAK Sulsel dan A.Bunganna Pamuso dari KOMPAK Jakarta. Terlihat peserta semakin paham akan perencanaan anggaran yang berbasis gender dan inklusif. “Acara ditutup oleh KOMPAK Jakarta,” kata Hamzah Koordinator Divisi Data, Informasi, dan Dokumentasi YASMIB Sulawesi.

No Comments

Comments for OPD Masih Salah Mengartikan Gender are now closed.