Beasiswa Liputan Jurnalis Pemantau Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Written by hamzah anca. Posted in BERITA

Published on April 03, 2017 with No Comments

Salam Anti Korupsi,

Pengadaan barang dan jasa masih menjadi sasaran empuk korupsi. Berdasarkan kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejak 2014 sampai April 2016, hampir setengah dari 468 kasus terkait dengan pengadaan barang dan jasa. Kerugian negara dari kasus tersebut mencapai hampir Rp 1 triliun.

Meskipun sudah ada aturan mengenai prosedur pengadaan barang dan jasa (PBJ) serta kewajiban penggunaan sistem elektronik dalam pengadaan di instansi pemerintah, namun sistem baru ini juga masih memungkinkan terjadinya korupsi, apalagi di beberapa instansi pemerintah yang belum menggunakan penggadaan elektronik sepenuhnya. Mengacu kajian KPK, terdapat empat titik celah korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa, yaitu dari aspek regulasi, perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

Korupsi dalam pengadaan barang dan jasa tidak terlepas dari kecurangan/ fraud yang dilakukan oleh orang-orang yang berasal dari internal pemerintah, misalnya panitia pengadaan, maupun orang luar pemerintah, misalnya perusahaan atau perantara proyek, yang bertujuan menguntungkan diri sendiri atau kelompoknya. Tentunya hal ini akan merugikan masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung.

Salah satu cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk meminimalisir terjadinya fraud dalam pengadaan barang dan jasa adalah dengan ikut mengawal prosesnya. Berkaca dari pengalaman kegiatan sebelumnya, ICW bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat sipil di daerah untuk melakukan pemantauan pengadaan barang dan jasa.

Pada tahun ini, jaringan pemantau pengadaan barang dan jasa mencoba memperluas penggunaan tools opentender.net dan menyebarkan kemampuan untuk memantau pengadaan barang dan jasa pemerintah pada kelompok jurnalis, terutama di Kendari, Makassar dan Manado. Jurnalis dipilih karena perannya yang strategis sebagai pewarta sebuah berita serta keinginan menyebarkan nilai – nilai antikorupsi di kalangan jurnalis. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, pada akhirnya telah di pilih 2 orang penerima beasiswa dari setiap daerah yang akan mengikuti pelatihan di Jakarta.

Para pemenang beasiswa di Kota Makassar adalah:

NO

Nama

Media

1

Muhammad Yunus

Makassar Terkini

2

Aqila Nurul Khaerani Latif

Koran Harian Fajar

Indonesia Corruption Watch dan Yayasan Swadaya Mitra Bangsa mengucapkan selamat kepada kedua jurnalis, serta terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para jurnalis yang telah berpartisipasi dalam proses registrasi dan seleksi jurnalis.

 

Makassar, 30 Maret 2017

 

Azis Paturungi

Direktur YASMIB

No Comments

Comments for Beasiswa Liputan Jurnalis Pemantau Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah are now closed.