GERAKAN PPDI GOWA BERBAGI MASKER

Dalam situasi pandemi Covid19 yang begitu masif, dan anjuran pemerintah untuk pemakaian Alat Pelindung Diri (ADP), maka Dewan Pengurus Cabang Perkumpulan Penyandang Disabilitas (DPC PPDI) Kabupaten Gowa pada kamis, 9 April 2020 berinisiatif turut ambil bagian melakukan kegiatan “Gerakan Berbagi Masker” secara serentak kepada masyarakat berbagai profesi dan umur, dari anak anak hingga lansia. Gerakan ini dilakukan di beberapa titik di Kabupaten Gowa, yakni di Kecamatan Somba Opu, Kecamatan Pattallassang, Kecamatan Pallangga dan Kecamatan Parangloe.

“Bagi kami organisasi disabilitas, Salah satu motivasi gerakan ini adalah bahwa Keterbatasan bukan halangan untuk berbuat dan memberi manfaat kepada sesama. Kami ingin menjadi bagian dari solusi di tengan permasalahan ini. ”, terang Muhammad Takdir, Ketua PPDI Gowa.
Suplai masker yang dibagikan merupakan hasil swadaya yang diproduksi langsung oleh beberapa anggota DPC PPDI Kab. Gowa yang memang berprofesi sebagai penjahit yang berjumlah 9 orang.
Dalam prosessnya, sebelum membagikan masker kepada warga, terlebih dahulu diberikan pemahaman akan pentingnya memakai alat pelindung diri khususnya masker ditengah penyebaran wabah virus corona, lalu memberikan contoh pemakaian masker yang baik dan benar. Sehingga masker yang diberikan benar – benar dipergunakan sebagaimana mestinya dan tidak hanya disimpan menjadi penghias lemari.

Masyarakat yang menjadi penerima bantuan ini merasakan manfaatnya di tengah masih langka dan mahalnya masker. warga di Parangloe yang ditemui sangat menyambut baik pembagian masker. Masyarakat masih banyak yang belum memiliki masker sehingga Ketika keluar rumah, tidak menutup wajah unutk keamanan diri. Salah seorang warga di sana, Daeng Timung sangat senang Ketika ditemui sambal berucap dalam Bahasa daerah, “Saana’ rannuku anne nisare masker, nasaba’ tena lebbaka anggappa banyuan amsker, terutama battu ri pamarentah. Apalagi ri kamma kammaya anne sanna Susana anggappa masker, kajjalaki poeng” (Saya sangat senang diberi masker karena selama ini saya belum mendapatkan bantuan masker terutama dari pemerintah. Apalagi saat ini snagat susah mendapatkan masker, harganya mahal).