Penanganan Covid-19 di 6 Desa Dampingan YASMIB Sulawesi di Kabupaten Bantaeng Kerjasama SEKNAS FITRA-KOMPAK

Persebaran Virus Corona (Covid-19) beberapa hari terakhir di Indonesia mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Pemerintah daerah mulai menentukan status dan kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran Corona di daerah masing-masing.

Tim Relawan gugus tugas Desa Nipa-Nipa

Sejak Sulawesi Selatan masuk dalam status zona
merah penyebaran virus corona atau Covid-19. Per hari Selasa, 7 April 2020,
pasien positif di Sulsel sudah mencapai 127 orang. Hal ini tentu  membuat kita semua harus lebih waspada
terhadap penyebaran Covid-19.

Kabupaten Bantaeng adalah salah satu wilayah dampingan YASMIB Sulawesi Kerjasama SEKNAS FITRA-KOMPAK yang juga ini sangat merespon atas penanganan wabah Covid-19. Dikabarkan saat ini anggaran sebesar 20 Milyar melalui realokasi APBD Tahun Anggaran  2020 sedang di bahas di DPRD Kabupaten Bantaeng.

Untuk level Desa, saat ini Pemerintah Desa khususya Desa dampingan program telah mengeluarkan anggaran yang bersumber dari APBDes pada bidang tak terduga (belanja penanganan bencana) dan pada bidang lainnya untuk penangulangan Covid-19, diantaranya Desa Nipa-Nipa berjumlah (35 Juta), Bonto Jai (20 Juta), Bonto Tiro (11 Juta), Borong Loe (35 Juta), Barua (23 Juta) dan Desa Bonto Cinde (22.5 Juta).

Untuk Desa Nipa-Nipa pada saat pembentukan tim relawan penanganan Covid-19 tanggal 8 April 2020 disepakati anggaran yang awalnya 35 Juta menjadi 52 juta yang bersumber dari realokasi APBDes  Nipa-Nipa tahun anggaran 2020, sesuai dengan Surat Edaran (SE) MENDES Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa dan   Surat Edaran Mentri Dalam Negeri (MENDAGRI) terkait hal Penanggulangan Dampak Covid-19 di Desa.

Penyemprotan Disndifektan

Jenis kegiatan untuk penanggulangan Covid-19 setiap Desa hampir sama yaitu melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang Covid-19, penyemprotan disinfektan di rumah-rumah masyarakat, masjid, pasar atau ditempat umum  lainnya dan pembagian masker bagi setiap masyarakat.

Hal ini di laksanakan oleh tim relawan gugus tugas penanganan Covid-19 yang terdiri dari beberapa stakeholder diantaranya Kepala Desa sebagai Ketua relawan gugus tugas, Ketua BPD sebagai wakil ketua, staf Desa, anggota BPD, Kepala Dusun, RW, RT, Tenaga Medis Puskesmas dan kelompok masyarakat lainnya menjadi anggota relawan gugus tugas penanganan Covid-19 serta sebagai mitra Bhabinkamtibnas dan Babinsa juga terlibat menjadi relawan gugus tugas penanganan Covid-19.