Bedah Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas

 Spirit ajaran Islam yang berpihak pada kaum disabilitas semestinya  membuat kita lebih terbuka akan realitas ini.  Dalam QS. Al Isra : 70 disebutkan bahwaDan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebih kan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. Demikian juga dalam hadis Rasulullah saw. “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajah dan bentuk tubuh kalian, akan tetapi Allah meliha tqalbu (akal dan hati) dan perbuatan kalian. (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majahdari Abu Hurairah).

Namun realitasnya, dalam kehidupan beragama,  berbagai pandangan dan interpretasi yang tidak tepat terhadap difabel jugasering terjadi, misalnya dengan mengangap disabilitas adalah bentuk kutukan akibat dosa orang tua di masa lalu sehingga berdampak pada perlakukan yang diskriminatif, atau sebaliknya, ada juga pandangan yang menganggap bahwa disabilitas adalah bentuk ujian bagi manusia, sehingga jika ia bersabar terhadap ujian tersebut yang bersangkutan akan naik derajat kemanusiaannya. Baik pandangan sebagai “kutukan” atau “ujian”, keduanya berdampak pada pelanggengan stigma yang menganggap difabel tidak setara.

Menyadari bahwa interpretasi terhadap teks-teks agama seringkali menyumbang pada diskriminasi, maka Program Peduli (*) melalui Pilar Disabilitas melakukan kajian dan penulisan FiqihD isabilitas. YAKKUM, sebagai pengampu Pilar Disabilitas mendukung Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya mengadakan kajian awal melalui halaqah fiqih disabilitas yang diikuti oleh para kyai, akademisi dan aktivis disabilitas di tiga kota kantong santri di JawaTimur. Halaqah tersebut membahas persoalan-persoalan keseharian difabel dan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi sebagai acuan para pihak untuk memperhatikan hak-hak difabel. Dari berbagai proses penyempurnaan, maka terbitlah Buku Fiqih Disabilitas oleh P3M. Buku ini secara resmi telah diluncurkan pada tanggal 29 November 2018 di Kantor Kemenko PMK.

Untuk mendiskusikan isi bukutersebut, maka padatanggal 30 April 2019, bertempat di gedung Pertemuan Ilmiah Universitas Hasanuddin (Unhas), YASMIB (SwadayaMitraBangsa) Sulawesi sebagaimitra YAKKUM untuk Program PeduliDisabilitas di Sulawesi Selatan, bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukandan Gender (P3KG) UniversitasHasanudin, menyelenggarakan Bedah Buku Fiqih Disabitas.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber sebagai berikut:

  1. Dr. Muhaimin Kamal

(Disen IAIN Jember yang juga Ketua Tim Perumus Fiqih Disabilitas)

  1. Dr. dr. Veny Hadju, M.Sc, Ph.D

(Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS)

  1. Dr. Aisyah Kara, MA, Ph.D

(Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar)

  1. Rahman, S.Pd

(Aktifis Difabel/Direktur PERDIK)

Pada kegiatan ini, hadir 100 orang peserta yang berasal dari berbagai pemilik dan pemangku kepentingan yaitu Komunitas Difabel, OrganisasiPenyandangDisabilitas, PemerintahProvinsidanKabupaten, Akademisi, Tokoh Agama, OrganisasiMasyarakatSipil, OrganisasiKeagamaan, Mahasiswa, dan Media.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan aspek-aspek penting dalam buku Fiqih Disabilitas yang dapat menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan dan penyediaanlayanan yang tidak diskriminatif bagi penyandang disabilitas.

(*) Program Peduli bertujuan meningkatkan inklusi sosial bagi enam kelompok paling terpinggirkan di Indonesia, yang kurang mendapatkan akses terhadap layanan pemerintah dan program perlindungan sosial. Program Peduli dikelola oleh The Asia Foundation dengan dukungan dari KedutaanBesar Australia di Indonesia. Salah satu kelompok marginal penerima manfaat Program Peduli adalah orang dengan disabilitas, termasuk disabilitas psikososial.

Program Peduli pilar disabilitas diimplementasikan oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang bekerja di 13 kabupaten/ kota tersebar di 7 provinsi, bekerjasama dengan 9 organisasi lokal sebagai mitra pelaksana. Informasi lebih lanjut mengenai Program Peduli dapat di aksesdi www.programpeduli.org

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *