RAPAT KOORDINASI PERSIAPAN SINKRONISASI DATA DISABILITAS DENGAN DATA BDT KAB.BONE

Salah satu upaya advokasi yang dilakukan saat ini secara nasional adalah sinkronisasi data BDT (Basis Data Terpadu) dengan data kelompok rentan/penerima manfaat  dampingan Program Peduli yang salah satunya adalah Pilar Disabilitas.  Dalam advokasi ini, Program Peduli akan memasukkan data penerima manfaat yang belum masuk dalam database BDT karena adanya exclusion error, serta akan mempengaruhi kebijakan instrumen pendataan BDT di masa yang akan datang.

Tujuan dari rapat koordinasi ini adalah untuk menyamakan persepsi tentang proses sinkronisasi data Disabilitas dan  data BDT di Kabupaten Bone dengan TKPKD (Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah), pemerintah desa  dan pihak lainnya, agar proses sinkronisasi ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Diskusi ini dilaksanakan di caffe teras pada tanggal 21 Februari 2019 dengan melibatkan BAPPEDA Kab.Bone, Dinas Sosial, Dinas Capil, Dinas Kesehatan, TKPKD, Camat Awangpone, TKSK Awangpone, Pemdes Mallari, Pemdes Carigading, Pemdes Kading, PPDI Bone dan LPP Bone.

Dalam proses kegiatan ini awalnya arahan dan beberapa penyampaian dari direktur program peduli (Masita Syam) selanjtunya dibuka oleh KABID SOSBUD BAPPEDA (Hj. Samsidar), beberapa peserta menyampaikan masukan diantaranya hj.sidar, “Kalau merut saya untuk lebih bagusnya ini kita kan mau memprevali data untuk 3 desa di awangpone sebelumnya saya ingin bertanya kenapa tidak sekalian semua desa yang ada di kecamatan awangpone ?”.

Dilanjutkan oleh camat awangpone, “Saya tambahkan sedikit  khusus untuk  awangpone kami akan menyiapkan semua desa untuk dana selain yang ditanggung oleh yasmib karena kami ingin menjadikan awangpone sebagai kecamatan percontohan jadi terkhusus untuk penyedian data kami akan siapkan semua untuk semua desa karena jujur saja kalau di kecamatan awangpone apabia desa mallari, kading dan carigading sudah bergerak tidak ada lagi yang susah jadi kami ingin bagaimana semua desa ini bisa melihat dan mereflikasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh ketiga desa itu meskipun tidak dibiayai oleh YASMIB”

Dengan rapat koordinasi ini menyatukan perspektif para stakeholder, sehingga di agendakan segera melakukan pelatihan pendataan atau enumerator bagi semua desa di Kabupaten Bone.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *