PERINGATAN HARI DISABILITAS INTERNASIONAL TAHUN 2018

Perayaan hari disabilitas internasional  merupakan peringataan internasional yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1992 dan diperingati setiap tanggal 3 Desember. Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang disabilitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, mendapatkan hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas.

Peringatan hari disabilitas ini dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2018, kegiatan yang dirangkaian dengan kegiatan menarik, di antaranya di mulai sarasehan atau diskusi panel dan yang menjadi narasumber adalah Andi Wahyuli (Kepala Desa Mallari) ““Sharing Pengalaman Dalam Membawa Desa Mallari Sebagai Desa Inklusi Disabilitas”” dan Andi Takdir (Ketua PPDI Kabupaten Bone) materi tentang “Perspektif Disabilitas Menurut Regulasi”.

Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Belajar Masyarakat desa Mallari dengan melibatkan beberapa unsur yakni 6 desa di Kecamatan Awangpone diantaranya desa Mallari, Carigading, Kading, Kajuara, Cakke Bone dan keluarahan Maccope. Selanjutnya dari unsur CSO diantaranya PPDI Bone, LPP Bone, KPI Bone, Media, dan Forum Penggerak Inklusi Kabupaten Bone.

 

Pada prosesnya kegiatan ini di awali dengan menyanyikan lagu indonesia raya, sambutan direktur program YASMIB Sulawesi, dilanjutkan dengan Pembukaan acara oleh Andi Ratnawati selaku Kabid Ekonomi BAPPEDA Kabupaten Bone. Kabid Ekonomi BAPPEDA menyampaikan momentum HDI ini kita jadikan sebagai upaya meningkatkan sensitifitas diri kepada kaum marginal termasuk disabilitas, mulai sekarang kita harus mengatakan bahwa disabilitas harus berdaya dengan cara memberikan mereka ruang untuk berbuat dan berkarya, misal contoh desa mallari dan desa carigading, kedua desa ini sudah maju dalam memberdayakan disabilitas dalam aspek apapun, maka dari itu di harapkan kepada pemerintah desa yang hadir pada hari ini bisa mencontoh desa yang telah maju dalam mendukung masyarakat dengan disabilitas dan desa kading sebagai desa tambahaan atau wiayah dampingan baru bisa mengayuh lebih cepat minimal bisa sama dengan mallari dan carigading.

Andi takdir sebagai narasumber menyampaikan hal pertama yang perlu kita ubah pada diri kita semua pribadi adalah mengubah kata cacat menjadi disabilitas atau difabel, karena menurut saya cacat biasanya hanya pada barang yang rusak. Selanjutnya jika ingin menjadi pribadi yang sensisifitas terhadap disabilitas perlu kita ketahui ragam disabilitas, ada empat ragam disabiitas menurut UU Nomor 6 Tahun 2018, maka dari itu untuk mengetahui kebutuhan disabiitas maka kita perlu juga mengetahui ragam atau jenis disabilitas secara rinci. Lanjut pada pemateri kedua Andi Wahyuli, mengatakan bahwa mewakili pemerintah desa mallari sejak adanya program peduli pada tahun 2015 membuka pemikiran kita bahwa perlu adanya masyarakat desa mallari terpinggirkan dan tidak pernah terlibat dalam pembangunan. Dengan berjalannya program, telah dilakukan pendataan sehiingga data disabilitas telah tersedia didesa mallari.