YASMIB Optimistis Bone Bisa Jadi Kabupaten Inklusif

YASMIB memfasilitasi program penyusunan grand design menuju Kabupaten Bone Inklusif, di Bugis Room Hotel Novena, Kamis (28/12/17)

Memperjuangkan nasib kaum minoritas, khususnya disabilitas, Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) Sulawesi dibawah dukungan The Asia Foundation (TAF) Australia, gencar melakukan kegiatan guna mendukung tercapainya kabupaten inklusif.

Mengundang instansi Pemerintah Daerah, YASMIB fasilitasi program penyusunan grand design menuju Kabupaten Bone Inklusif, di Bugis Room Hotel Novena, Kamis (28/12/17).

Dihadiri Kepala Bappeda Abu Bakar, Direktur YASMIB Rosniaty Azis, meyakinkan pemerintah kalau Bone sudah sangat berpeluang menjadi kota inklusif, dan itu terbukti dengan sudah adanya 2 Desa yang menjalankan program inklusif, salah satunya Desa Mallari Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone.

“Bone sudah punya modal sosial, gerakan inklusif di desa sudah mulai berjalan dan sudah ada level perencanaan program pemerintah, tinggal memperkuat yang sudah ada,” kata Rosniaty.

Dengan adanya Perda Nomor 5 Tahun 2017 dan adanya organisasi pemerhati disabilitas, seperti Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Rosniaty yakin itu sudah memperkuat SDM, dan selanjutnya membangun sensifitas pelayanan terhadap para disabilitas.

“Yasmib support di level desa, sudah ada dua desa yang kami bangun. Yasmib dalam penyusunan grand design bagaimana mengorganisir program agar bisa terwujud,” lanjutnya.

Kendala saat ini hanya koordinasi lintas sektor. Rosniaty ingin pemerintah sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, memastikan substansi isu inklusif termuat secara jelas dalam perencanaan program dan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang ada.

Rosniaty juga berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang manfaatkan disabilitas. Tapi bisa bersinergi dengan semua pihak.

Sumber : Berita-sulsel.com