Yasmib Dorong Ekonomi Inklusif di Kabupaten Bone

Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) menggelar Workshop bertema Pengembangan Ekonomi Lokal Desa yang Inklusif, di Kantor Bappeda Bone, Selasa 26 Desember 2017.

Program Officer Yasmib Kabupaten Bone, Hamzah, mengatakan kegiatan ini terlaksana atas dukungan The Asia Foundation (TAF) dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM sebagai Mitra payung pada pilar disabilitas dan YASMIB Sulawesi dan mitra pelaksana program peduli disabilitas di Kabupaten Bone dan Gowa.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui dukungan program pemerintah dalam pengembangan ekonomi inklusif di Desa. “Mengetahui potensi usaha ekonomi lokal desa yang inklusif terkait pelaksanaan Bumdes,” ujar Hamzah.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Andi Ratnawati mengatakan, Bone sangat pantas menjadi kota inklusif. Pantas dijadikan percontohan inovasi daerah.

“Apalagi kemarin ada bursa inovasi desa yang digelar sehingga bukan mustahil Bone bisa lebih maju dan menjadi kota inklusif,” kata Ratna.

Sayangnya menurut Ratna, untuk home industri di Bone masih jatuh bangun. Karena tiap usaha yang dibuat sering tak berlangsung lama dan macet.

“Kalau sudah buka usaha tidak lama macet lagi dan dilatih lagi, bahkan kadang lain yang dilatih lain juga yang dapat bantuan,” lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM, Nur Ida, mengatakan program unggulan Dinas Koperasi saat ini adalah melakukan penyuluhan dan pemahaman koperasi terhadap wanita produktif dengan menyasar mereka yang berdomisili di Desa.

“UKM sudah banyak dibawa ke ajang promosi tapi karena belum ada galeri, jadi agak susah, kita menang di produk tapi kalah dalam kemasan jadi kami akan anggarkan pembangunan galeri dan rumah kemas,” ungkap Nur Ida.

Sebagai contoh, produksi ikan asap dan ikan dempo, itu unik dan tidak ada di daerah lain tapi karena kemasan belum ada akhirnya kesulitan untuk dipasarkan, dan di Bone banyak SDM yang punya keterampilan tapi kesulitan untuk pemasarannya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Sosial Bone, Jumriani, mengatakan pihaknya juga sudah berusaha agar disabilitas mampu mendapat tempat dalam berbagai profesi yang ada.

“Kami lebih utamakan disabilitas, misalnya saja Amiruddin, tuna rungu asal bone sekarang bekerja di bank di Jakarta setelah diikutkan pelatihan oleh Dinsos. Saat ini ada bantuan paket berupa barang campuran, alat pertukangan dan alat menjahit tapi untuk yang ikut pelatihan” jelas Jumriani.

YASMIB yang didanai The Asia Foundation (TAF) Australia, telah bekerjasama dengan berbagai lembaga, termasuk Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP), dan selalu memprioritaskan program terhadap kaum minoritas seperti disabilitas dan lansia.

Sumber : Berita-Sulsel.com