Dubes Australia Untuk Perempuan dan Remaja Berkunjung ke Sulsel

Duta Besar Australia untuk Perempuan dan Remaja Putri, Dr Sharman Stone mengunjungi Kabupaten Pangkep, Kamis 2 November 2017

YASMIB.org – Duta Besar (Dubes) Australia untuk Perempuan dan Remaja Putri, Dr Sharman Stone mengunjungi Kabupaten Pangkep, Kamis 2 November 2017. Sharman diterima Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid di Rumah Jabatan Bupati.

Sharman Stone didampingi Konjen Australia di Makassar Richard Matthew, perwakilan DFAT Fleur Davies, dan Rebecca serta Budhis Utami dari Institut KAPAL Perempuan dan Kate Shananan dari MAMPU.

Stone berkunjung ke Makassar dan Pangkep, untuk bertemu dengan para perempuan pemimpin Islam dan perwakilan pemerintah daerah.

Di Sulawesi Selatan, Stone mengunjungi forum warga yang berupaya mengakhiri perkawinan anak di bawah 16 tahun. Forum warga ini dibantu melalui program Kemitraan Australia Indonesia untuk Keadilan.

Stone juga bertemu dengan kelompok perempuan dan mitra pemerintah daerah yang bekerja mempromosikan layanan kesehatan dan pengakuan hukum melalui dokumen identitas bagi perempuan – yang disokong melalui program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (MAMPU) dan Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK).

Konsul-Jenderal Australia di Makassar, Richard Mathews, mengatakan bahwa kunjungan ini adalah kesempatan berharga untuk membahas bagaimana Australia dapat terus bekerja sama dengan mitra-mitra di Indonesia bagian timur. Untuk membantu perempuan dan keluarganya mengakses layanan-layanan utama dan berpartisipasi dalam perekonomian.

Sebelum ke Makassar dan Pangkep, Stone sudah mengunjungi Jakarta. Australia bekerja sama dengan Pemerintah Republik Indonesia untuk mempromosikan perempuan dalam kepemimpinan, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Kesetaraan gender sangat penting bagi pembangunan ekonomi serta manusia, dan merupakan sebuah hak fundamental. Hal tersebut membantu mengatasi akar penyebab ketidakstabilan dan konflik, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan membangun ketahanan.

Sebagai wujud komitmen pemerintah pangkep untuk mendukung keberlanjutan program MAMPU gender watch KAPAL Perempuan YKPM didukung oleh DFAT pemerintah Australia, Pemerintah Kabupaten Pangkep dua tahun terakhir sudah mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp 200 juta setiap tahunnya.

“Untuk mendukung replikasi sekolah perempuan pulau ke desa lain di Pangkep,” kata Bupati Syamsuddin.

Menurut Bupati, meningkatnya partisipasi perempuan di Kabupaten Pangkep salah satu indikatornya adalah posisi penting di pemerintahan di atas 30 % dijabat oleh perempuan. “Perubahan ini sebagai respon terhadap desakan Institut KAPAL Perempuan (Lingkaran Pendidikan Alternatif) dan YKPM Sulsel,” kata Syamsuddin.

Bupati mendukung kerja masyarakat sipil di kabupaten pangkep. Kehadiran lembaga Australia sangat membantu. “Pangkep mendapat penghargaan dari Tempo melakukan pelayanan publik yang baik,” Jelas Syamsuddin.